Apresiasi Gubernur Olly Dondokambey, Ketua DPR RI Puan Maharani Minta Pemerintah kabupaten/Kota Bahu-Membahu, Bergotong-Royong Dalam Penanganan dan Pengendalian Covid-19

  • Whatsapp

SEPUTARSULUTNEWS,MANADO— Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), DR (HC) Puan Maharani, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara, selama tiga hari. Tentunya kehadiran Ketua DPR RI ini, bagi Sulawesi Utara Sangatlah membanggakan karena mendapatkan kunjungan yang  luar biasa, ketika hadir di sulut selama -+ 3 hari.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulawesi Utara,  Olly Dondokambey bersama Wagub Steven Kandouw, mendampingi dengan mengelilingi, meninjau secara langsng pulau-pulau kecil dan tempat destinasi lainnya serta berbagi kegiatan lainnya.

Senin (7/07) 2021, Ketua DPR RI DR. ( HC) Puan Maharani bersama Gubernur dan Wagub, melakukan pertemuan dengan Forkopimda dan Kepala Daerah se-Sulut di ruang Mapalus kantor Gubernur, dilaksanakan secara langsung dan zoom meeting.

Ketua DPR RI Puan Maharani memberi apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran Forkopimda Sulut yang menurutnya telah berhasil dalam menangani pandemi Covid-19 di Sulut.

“Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Sulut, (kunjungan) ini kali sudah kesekian kalinya. Kemarin Saya pergi ke beberapa daerah, melihat tempat-tempat yang mempunyai potensi pariwisata. Ternyata di Sulut ini banyak sekali (potensi pariwisata),” kata Puan Maharani.

Selain di bidang pariwisata, Puan menyebut bahwa Sulawesi Utara ditopang oleh berbagai sumber pertumbuhan perekonomian lain, seperti di bidang kemaritiman, pertanian serta perkebunan yang menurutnya telah mengalami pertumbuhan yang sangat baik sebelum dihantam pandemi Covid-19.

“Sayangnya pertumbuhan ekonomi ini mengalami kendala akibat pandemi Covid-19. Meskipun begitu Sulawesi Utara berhasil menjadi salah satu provinsi yang berhasil dalam menangani pandemi ini. Secara nasional, Sulut menjadi provinsi nomor 5 terbaik pertumbuhan ekonominya setelah Papua,  Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan D.I. Jogjakarta,” terang Puan yang disambut seketika dengan tepuk tangan dari para peserta pertemuan.

“Untuk itu Saya beri apresiasi kepada Pemprov Sulut, jajaran Forkopimda Sulut dan pemerintah kabupaten/kota yang telah bahu-membahu, bergotong-royong dalam upaya penanganan dan pengendalian (pandemi) Covid-19,” sambungnya.

Terkait penanganan pandemi Covid-19, Puan menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan terlebih dalam pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Sebagai Pintu Gerbang Pasifik, Sulut tentunya menjadi daerah yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan asing, khususnya yang berasal dari RRT (Republik Rakyat Cina) terlebih di masa sebelum pandemi. Untuk itu, dalam masa pandemi ini (penerapan) protokol kesehatan sudah menjadi suatu kewajiban, terlebih dalam kita menyambut dan berinteraksi dengan para tamu yang berkunjung ke daerah” ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut.

“Paling penting itu memakai masker. Cuci tangan dan menjaga jarak juga. Memang saat ini program vaksinasi sedang dijalankan, namun bukan berarti protokol kesehatan diabaikan. Ingat, protokol kesehatan itu penting dalam kita menjaga diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Bagi masyarakat sekitar yang daerahnya sering dikunjungi oleh para wisatawan, Saya harap bisa segera divaksin,” tambahnya.

Terakhir, Puan membahas seputar anggaran pemerintah yang digelontorkan ke masing-masing daerah dalam upaya pemulihan ekonomi. Diinformasikan, Provinsi Sulawesi Utara total menerima anggaran 23,4 triliun untuk dapat digunakan dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi. Menurut Puan, anggaran dari pemerintah pusat tersebut bukan dilihat dari besar atau kecil nilai anggarannya, melainkan tergantung dari efektivitas penggunaannya.

“Ini tentang bagaimana pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota bisa bersinergi dalam membuat dan menjalankan program prioritas pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, semangat dan kerja gotong-royong antara pemerintah pusat dan jajaran pemerintah daerah harus dimaksimalkan. Visinya harus sama, tidak melihat dia siapa ataupun dia darimana,” jelasnya.

“Saya yakin Pak Gubernur dalam situasi yang ada saat ini bisa merangkul para walikota/bupati se-Sulut dalam mensinergikan program-program yang ada. Untuk dalam kesempatan ini, saya mengajak kita untuk memperkuat kesinambungan dan gotong-rotong kita kedepannya.

Bagaimana kita menjadikan Sulawesi Utara bisa lebih maju dan sejahtera itu yang paling utama. Selain itu mari kita terus menjaga pluralisme yang ada di Sulut. Sulut kan terkenal sebagai salah satu daerah yang selalu menjaga kerukunan dan harmonisasi kerukunan antar umat beragama, dalam hal menjaga keanekaragaman bangsa dan negara,” Puan Maharani, Ketua DPR RI mengatakan, Sulut kecipratan dana lumayan besar APBN yang dikucur ke Sulut Rp 10,8 triliun, sementara transfer daerah dan dana desa mencapai Rp 13,4 triliun.Total ada sekitar Rp 23,4 triliun yang dikucur pusat ke Bumi Nyiur Melambai.

“Bisa dianggap besar, bisa juga kecil, tergantung efektifitas penggunaanya untuk apa dan bagaimana? Apa yang akan dilakukan di masa pandemi,” ujar Politisi PDIP ini.

15 daerah di Sulut masih tergantung dari APBD dan APBN. Puan mengharapkan agar kepala daerah bersinergi, gotong royong, dan  pandai berkoordinasi. 

“Harus punya program prioritas pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. APBD tidak terlalu besar, manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Namun khusus di Sulut, ia yakin Gubernur Olly Dondokambey bisa merangkul, bergotong royong bersama kepala daerah di Sulut untuk sama sama membangun Sulut seperti yang diharapkan.

Ia ingat dulu ketika Gubernur Olly baruusai dilantik, ia menjabat Menko PMK. APBN yang dikucur ke Sulut hanya Rp 1,7 triliun, itu pun Rp 900 miliar habis untuk operasional saja.

Namun di masa Gubernur Olly, kucuran dana pusat saat ini sudah tembus Rp 24,3 triliun.

“Dalam beberapa tahun Rp 1,7 triliun jadi Rp 24.3 triliun,” kata Mantan Menteri Pembangunan Manusia dan kebudayaan itu.

Puan mengatakan, tidak mudah kepala daerah mendapat kucuran dana dari pusat.DPR RI beranggapan dana bisa dikucurkan jika bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

“Kalau dinilai tidak bisa memaanfaatkan nggak mungkin dikasih, susah biar dilobi seperti apapun. Paling setahun dikasih tahun depan dipotong,” kata dia.

Apalagi kalau kena masalah hukum, atau ada temuan badan pemeriksa keuangan.“Tidak bisa naik, apalagi program tidak jelas ke depan seperti apa,” ungkap Cucu Proklamator RI Soekarno ini. Ia mengapresiasi Sulut bisa bergtong royong , antara pusat dan daerah punya visi dan tujuan uang sama.

Sebelumnya Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutannya mengucapkan selamat datang sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang berkenan hadir dalam pertemuan tersebut, yang sekaligus menjadi tatap muka perdana Ketua DPR  dengan para bupati/walikota yang telah dilantik usai terpilih dalam Pilkada Serentak Tahun 2020.

“Terima kasih atas kesediaan Ibu Ketua dalam pertemuan ini, dalam rangka kunjungan kerja di Sulawesi Utara. Terima kasih atas sudah datang bersilaturahmi dengan kami pemerintah daerah, terlebih telah melihat lansung kondisi masyarakat khususnya di daerah kepulauan, termasuk menerima langsung apirasi serta masukan dari masyarakat yang ada,” tuturnya.

Gubernur Ollly mengatakan, Provinsi Sulut memiliki penduduk sebanyak 2,6 juta jiwa. Kemudian menyangkut pertumbuhan ekonomi Sulut sangat baik sebanyak 1,8 persen serta tingkat inflasi sangat baik dan terkendali.

“Kegiatan penyerapan dana PEN juga sangat baik, sehingga penyerapan dana Pemerintah salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang ada di Provinsi Sulut,” ungkap Gubernur Olly.

Selain itu, Gubernur memaparkan mengenai rencana beberapa program proyek nasional yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni pembangunan jembatan Bitung – Lembeh, kawasan industri Mongondow, pembangunan kawasan karetropolis pulau Lembeh dan jalan tol Manado – Amurang.

“Ini semua sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo dan Presiden sudah memerintahkan agar kegiatan ini dapat berjalan,” kata Gubernur Olly.

Gubernur berharap laju pembangunan semakin cepat menuju indonesia emas.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, anggota DPR RI daerah pemilihan Sulut Adriana Dondokambey dan Herson Mayulu, Ketua dan para pimpinan DPRD Sulut, jajaran Forkopimda Sulut, Sekdaprov Sulut, para pejabat tinggi pratama lingkup Pemprov Sulut, para Ketua DPRD dan sekda kabupaten/kota se-Sulut, serta para pimpinan lembaga di Sulut. (adv/diskominfo sulut)

Pos terkait