Tahun 2021, ATR/BPN Mitra Targetkan 3.150 Sertifikat Tanah

  • Whatsapp

Mitra,Seputar Sulutnews.Com- Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pada tahun 2021 ini menargetkan Tujuh Ribu Seratus delapan puluh (7.180) bidang tanah untuk dimasuk dalam Pendaftaran Tanah Sistimatis Lokal ( PTSL) dan Tiga Ribu Seratus lima puluh (3.150) bidang tanah untuk disertifat.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Mitra Zacharia Mangoto A. Ptnh melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) TU Hidayat A Dinata kepada Seputarsulutnews.com diruang kerjanya, senin (7/6) mengakui hal tersebut.

“Memang benar tahun 2021, ATR/BPN  Mitra menargetkan pengukuran bidang tanah berjumlah 7180 bidang dan sertifikat tanah berjumlah 3.150 bidang, ” ujar Dinata.

Ditambahkan Dinata,  bahwa untik proges tahun ini lahan atau bidang tanah sudah berkisar empat ribu bidang dan SHB masih menunggu proses.

Diakuinya bahwa target pengukuran bidang tanah tahun ini ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu, dimana target awal ditahun tersebut (2020) berjumlah lima ribu (5.000) bidang bidang tanah dan target sertifikat berjumlah Dua Ribu Lima Ratus (2500). Dari tarsebut  sempat dikurangi menjadi 2200 untuk pengukuran bidang dan target sertifikat menjadi 500 sertifikat tanah akibat pandemi covid 19 twrjadi sejak bulan Maret tahun lalu.

” Untuk target pengukuran bidang tanah dan sertifikat tanah tahun 2021 ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu,” Dinata.

Sedangkan desa yang mendapat Jatah PTSL tahun 2021 adalah desa Minanga Satu, Desa Minanga Dua,  Desa Tiga desa Minanga Tiga Kecamatan Posumaen,  Deda Molompar Utara,  Desa Molompar Timur serta Desa Silian Satu,  Desa Silian Dua dan Desa Silian Tengah Kecamatan Silian, tambah Dinata.

Menyinggung gugatan sengketa tanah yang ada di kabupaten Mitra,  selang tahun berjalan ini, Dinata yang juga menjabat Plt kasih pengaduan mengatakan bahwa pada tahun ini belum ada pengaduan atau laporan masyarakat ke pihak kami BPN.

” Sampai saat ini belum belum ada pengaduan atau laporan masyarakat ke kami. Yang jelas kami akan tindak lanjuti jika ada laporan atau pengaduan ” ujarnya.

Diakuinya bahwa ditahun tahun sebelumnya sempat ada gugatan tetapi gugatan tersebut sudah ditarik atau dicabut di PN Tondano, tambah Dinata.   ( Fredy)

 

Pos terkait