Begini Kronologis Sebenarnya Kasus Gembosin Ban Depan Portal Yang Sempat Viral Di Kota Manado

  • Whatsapp

Sempat Viral, Seorang anak terekam melakukan aksi kempis mobil ban yang mau ke luar parkir dari Kawasan Megamas tepatnya berada di samping BRI Kawasan Megamas Kelurahan Titiwungen Utara Kecamatan Sario Akhirnya Dijemput Polisi Sabtu (18/09/2021) sekitar Pukul 11.30 Wita.

Dalam rekaman video tersebut, awalnya terlihat tiga anak yang berada di pos ke luar parkir kawasan megamas dengan memperhatikan ban mobil yang akan keluar portal. Setelah itu, anak tersebut mendekati mobil sambil di tangan kirinya memegang tisu dengan tujuan untuk dijual.

Bacaan Lainnya

“Kami telah menjemput tiga orang anak lelaki yang masing masing berinisial FA (13), RA(13), KN (13) yang ketiganya warga Kelurahan Titiwungen Selatan Kecamatan Sario Lingkungan 5 dan sudah diserahkan ke Polsek Sario. ketiga anak tersebut beserta orang tua diberikan pembinaan serta menuliskam surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut disertai bukti video” Ujar Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin S.Hut, S.IK

Sementara itu Kapolsek Sario Iptu Fatras B. Andawari, S.H menuturkan penangkapan berdasarkan dua video yang diposting di media sosial, dan menuding bahwa anak-anak yang terekam dalam video tersebut telah melakukan aksi kempis ban mobil.

“Isi narasi postingannya pada hari Jumat tanggal 17 September 2021 sebagai berikut:

Tadi kita pe kakak deng dpe anak ada kempes ban di daerah boulevard manado….kebetulan oto yang dorang bawa ada camera. Setelah cek di camera…ada anak-anak yang tusuk tu ban oto pas di tempat bayar parkir mo keluar dari mega mas….berhati-hati klo liat anak2 nongkrong. Dibawah ini kita bagi video yang terekam di camera oto. Ndk tahu berapa banyak oto yang jadi korban dengan ni anak2 pe perbuatan ini. (Tadi, kakak saya dan anaknya tiba-tiba kempes ban di daerah Boulevard Manado. Kebetulan mobil yang dikendarai memiliki kamera. Setelah dicek di kamera, ada anak-anak yang tusuk ban mobil pas di tempat bayar parkir ke luar dari megamas. Berhati-hati kalau liat anak-anak nongkrong. Di bawah ini saya bagikan video yang direkam kamera mobil. Tidak tahu sudah berapa banyak mobil yang jadi korban perbuatan anak-anak tersebut),” Ungkap Kapolsek Sario sembari menjelaskan isi narasi yang tertulis di video postingan tersebut.

Lanjut mantan Kapolsek Beo itu, mengatakan hingga sampai saat ini pihaknya terus berupaya menghubungi pemilik akun yang telah memposting video-video viral di media sosial itu.

“Ketiga Anak Laki Laki yang putus sekolah tersebut telah mengakui kesalahannya dengan mengambil penutup pentil ban mobil karena bervariasi seharga Rp 2.000 untuk dijual dan kemudian dijadikan modal berjualan tissue kering. namun belum sempat mengambil penutup pentil tersebut mobil sudah berjalan keluar. tidak ada pengerusakan pada kendaraan tersebut. Ketiganya telah dipulangkan kerumah nya masing masing.” tutup Perwira angkatan 2015 tersebut. (Ras)

Pos terkait